Yayasan Kasih Suwitno

Yayasan Kasih Suwitno adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang memiliki kepedulian dalam menjawab kondisi epidemi HIV saat ini di Indonesia. Dengan potensi yang dimiliki, Yayasan Kasih Suwitno berusaha mendorong penciptaan layanan tes dan pengobatan HIV dan IMS yang komprehensif, bersahabat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mudah diakses oleh siapa saja.

Penggunaan tekhnologi internet dalam membantu mendistribusikan informasi HIV yang benar dan promosi layanan tes dan pengobatan menjadi andalan utama Yayasan Kasih Suwitno. Mendorong orang yang beresiko untuk melakukan tes HIV, memulai pengobatan ARV dengan segera setelah tahu status HIV dan melanjutkan pengobatan dengan patuh adalah tujuan utama Yayasan Kasih Suwitno.

Kemitraan dan pemberdayaan potensi yang ada, menjadi modal utama pelaksanaan program yang dijalankan oleh Yayasan Kasih Suwitno.

Untuk memutus rantai penularan HIV, klien perlu mengetahui status mereka dan memulai terapi antiretroviral (ART) segera apabila terinfeksi HIV. Untuk lebih dapat melayani lebih banyak klien, Yayasan Kasih Suwitno berencana untuk mengembangkan yang layanan komprehensif ini ke fasilitas layanan lain yang menjadi mitra Yayasan Kasih Suwitno di kota-kota tertentu.

Yayasan Kasih Suwitno saat ini juga bekerja dengan Global Fund untuk memerangi AIDS, TB dan Malaria (GFATM) dengan membantu secara teknis dan operasional bagi 28 mitra layanan puskesmas di 10 Kota/Kabupaten di 8 Provinsi dengan mengembangkan klinik ramah bagi orang-orang yang berisiko tinggi terhadap HIV (populasi kunci). Kami berharap upaya-upaya itu berkembang lebih jauh dengan perpanjangan hibah GFATM hingga 2020.

Bagi saya pribadi, hasil dalam akses layanan dan peningkatan yang disampaikan oleh tim Yayasan Kasih Suwitno cukup luar biasa dan bermanfaat. Ribuan nyawa telah diselamatkan dan ribuan infeksi lainnya dihindari karena orang tahu status mereka. Saya sangat salut kepada tim dan semua yang telah mereka capai.

Johannes

Direktur Yayasan Kasih Suwitno

Catatan Direktur Yayasan Kasih Suwitno

Epidemi HIV di Indonesia masih belum terkendali. Pada Konferensi AIDS Internasional ke-21 yang diadakan di Afrika Selatan pada tahun 2016, UNAIDS memberikan peringatan tentang meningkatnya kasus HIV di Indonesia. Di seluruh wilayah Asia-Pasifik, tingkat infeksi HIV baru cenderung turun akan tetapi di Indonesia angkanya terus meningkat secara signifikan.

Indonesia masih tertinggal dalam bidang pencegahan dan pengobatan. Akses ke terapi antiretroviral di Indonesia sangat terbatas dengan hanya 20% dari Orang Dengan HIV yang tahu status mereka, dibandingkan dengan rata-rata 40 – 41% di wilayah Asia. Infeksi baru banyak terjadi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), pekerja seks perempuan dan pelanggan mereka, warga binaan permasyarakatan, pengguna napza suntik dan kelompok pekerja migran.

Yayasan Kasih Suwitno (YKS) telah bermitra dengan Rumah Sakit St. Carolus dan mitra lainnya sejak tahun 2011 dengan pendanaan dari PEPFAR dan donator lainnya. Saat ini YKS telah bekerja untuk menyediakan informasi mengenai HIV dan IMS serta layanan tes, pengobatan dan perawatan HIV dan IMS bagi masyarakat yang berisiko tinggi terhadap HIV di wilayah Jakarta – terutama bagi populasi kunci dan beresiko tinggi terhadap penularan HIV. Klinik Ruang Carlo dan klinik mitra telah menjadi model secara nasional dan internasional untuk pencegahan dan perawatan HIV dan IMS yang komprehensif. Ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan dermawan dari para donor kami dan kerja keras dan dedikasi yang berkelanjutan dari staf dan relawan kami.

Untuk memutus rantai penularan HIV, klien perlu mengetahui status mereka dan memulai terapi antiretroviral (ART) segera apabila terinfeksi HIV. Klinik Ruang Carlo telah memberikan layanan yang komprehensif dan cepat sehingga klien dapat datang untuk tes dan mendapatkan pengobatan ARV sesegera mungkin apabila terinfeksi.

Untuk lebih dapat melayani lebih banyak klien, YKS berencana untuk mengembangkan yang layanan komprehensif ini ke fasilitas layanan lain yang menjadi mitra YKS dikota-kota tertentu.

YKS saat ini juga bekerja dengan Global Fund untuk memerangi AIDS, TB dan Malaria (GFATM) dengan membantu secara teknis dan operasional bagi 28 mitra layanan puskesmas di 10 Kota/Kabupaten di 8 Provinsi dengan mengembangkan klinik ramah bagi orang-orang yang berisiko tinggi terhadap HIV (populasi kunci). Kami berharap upaya-upaya itu berkembang lebih jauh dengan perpanjangan hibah GFATM hingga 2020.

Bagi saya pribadi, hasil dalam akses layanan dan peningkatan yang disampaikan oleh tim YKS cukup luar biasa dan bermanfaat. Ribuan nyawa telah diselamatkan dan ribuan infeksi lainnya dihindari karena orang tahu status mereka. Saya sangat salut kepada tim dan semua yang telah mereka capai.

Akhirnya, sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para donor, pendukung, dan anggota dewan pengurus atas kontribusi mereka yang tak kenal lelah. Terima kasih khususnya kepada staf dan relawan kami yang luar biasa, tanpa mereka pencapaian dan kemajuan kerja-kerja ini tidak akan tercapai. Saya merasa terhormat menjadi bagian dari tim ini. Yayasan Kasih Suwitno juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi bagi para pendukung yang mana tidak dapat saya sebutkan satu-persatu.

Semoga kita diberi kesehatan, kebijaksanaan, dan lebih banyak peluang untuk membantu dan mendukung mereka yang telah kita janjikan untuk kami layani.

Terima kasih!

Johannes (Direktur)

Sejarah dan Capaian

Diawali dengan keprihatinan atas banyaknya orang muda yang meninggal karena infeksi yang diperparah dengan berkurangnya kekebalan tubuh karena HIV, mendorong para pendiri YKS untuk memberikan dukungan bagi ODHA yang membutuhkan dukungan finansial dan dukungan moral pada saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit pada tahun 2007.

Seiring berjalannya waktu, YKS merasa bahwa penciptaan layanan tes dan pengobatan IMS dan HIV yang komprehensif, bersahabat dan mudah diakses adalah merupakan solusi agar setiap orang yang beresiko mau segera mengakses layanan tes HIV dan IMS lalu segera mengobatinya apabila terinfeksi HIV.  Ditahun 2011 bekerja sama dengan RS Sin Carolus Jakarta, YKS memperkuat Ruang Carlo menjadi Klinik yang komprehensif dan bersahabat yang menyediakan layanan tes dan pengobatan satu atap dalam waktu yang relatif cepat.

Kesuksesan kemitraan YKS dengan Ruang Carlo dalam menerapkan konsep layanan yang komprehensif dan bersahabat telah mendorong YKS untuk menjadi penyedia bantuan teknis bagi penguatan layanan tes dan pengobatan HIV dan IMS yang komprehensif dan bersahabat di 38 mitra layanan (Puskesmas, Klinik Swasta dan RS Swasta pada tahun 2016, 18 mitra layanan pada tahun 2018 – 2019 dan 30 mitra layanan (seluruhnya puskesmas) pada tahun 2019 – 2020.

Workshop Peningkatan Kapasitas Petugas PDP HIV dan IMS (26 – 31 Agustus 2019)

Sejak diinisiasinya konsep layanan ini hingga saat ini, puluhan ribu orang telah terbantu untuk mengakses layanan tes HIV dan IMS (sifilis), ribuan orang mendapatkan pengobatan IMS serta lebih dari 4.000 orang telah mengakses pengobatan ARV dan sekitar 10.000 tes muatan virus (VL) telah diberikan kepada para pasien yang mendapatkan layanan dari para mitra YKS.

Dengan memasuki era digital, YKS juga mengembangkan kampanye media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar mengenai HIV dan IMS serta lokasi layanan tes dan pengobatan yang tersedia di Indonesia sejak tahun 2017.

Keberhasilan program yang dilaksanakan oleh YKS tidak lepas dari keahlian teknis tim YKS, komitmen para mitra layanan dengan dukungan pendanaan dari donor perorangan dan dari lembaga donor internasional.

Visi

Menciptakan masyarakat yang sadar akan hak kesehatan dengan mengakses layanan kesehatan yang berkualitas dan bersahabat

Misi

  1. Mendorong terciptanya layanan tes dan pengobatan HIV dan IMS yang komprehensif, bersahabat dan mudah diakses oleh siapa saja.
  2. Memberikan dukungan psikososial bagi orang-orang yang terdampak HIV dan membutuhkannya.
  3. Mendorong komitmen pemerintah dalam penyediaan program penanggulangan HIV dan AIDS yang komprehensif di Indonesia.
  4. Memanfaatkan teknologi terbaru dalam menyebarkan informasi kesehatan dan mempromosikan layanan kesehatan terkait