Ruang Carlo di RS. St. Carolus Jakarta

Berawal dari gerakan kesadaran para dokter, perawat dan pengurus di Rumah Sakit St. Carolus Jakarta akan pentingnya pengobatan HIV yang terintegrasi dalam sistem dan kontrol pelayanan kesehatan. Termasuk memberikan langkah pencegahan penularan kepada kelompok berisiko dan keluarga.

Telepon

021-3904441 ext: 2639
Orang-orang dengan HIV/ AIDS ibarat sosok yang disediakan Tuhan kepada kita, agar bisa berbuat baik. Setiap hari Tuhan menyediakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik. Orang-orang dengan HIV/ AIDS adalah salah satunya. Tidak perlu membayangkan pekerjaan besar. Cukup dengan memberikan senyuman dan sapaan kecil kepada Orang-orang dengan HIV/ AIDS, itu bisa menjadi obat mujarab untuk membangkitkan kembali semangat hidup mereka.

dr. Emon Winardi, SpPD

Penanggung Jawab Program di Ruang Carlo, Rumah Sakit St. Carolus

dr. Emon Winardi, SpPD, Penggagas Ruang Carlo

Dr. Emon Winardi, SpPD lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada tahun 1985. Kemudian beliau langsung bertugas di Provinsi Irian Jaya sampai tahun 1992, di Puskesmas Kec. Arso dan Puskesmas Kec. Sentani di mana beliau mengembangkan program layanan TBC dan Kusta. Beliau juga menjadi staff di Dinas Kesehatan Jayapura. Selain itu, beliau juga membantu mengembangkan program pelayanan kesehatan Keuskupan Jayapura. Beliau membantu program pelayanan misi di pedalaman Jayawijaya dan daerah Asmat.

Tahun 1992, dr. Emon mulai berkarya di RS St. Carolus di Unit Pelayanan Intensif dan Hemodialisa. Kemudian beliau melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Dalam pada tahun 1994 di University of Santo Tomas Hospital, Manila. Lalu menjalani program adaptasi di Bagian Penyakit Dalam RSCM/FK UI yang diselesaikannya pada tahun 1998. Sejak itu, dr. Emon berkarya sebagai Spesialis Penyakit Dalam dengan peminatan di bidang Gastroenterologi dan infkesi HIV hingga sekarang.

Dr. Emon merintis terbentuknya pelayanan HIV yang terintegrasi dengan layanan pastoral dan layanan spesialistik terkait lainnya di RS St. Carolus sejak tahun 2006.

Pada tahun 2009, atas bantuan berbagai pihak, beliau mendirikan Ruang Carlo, di bawah Unit Rawat Jalan, sebagai tempat layanan terpadu yang holistik untuk pasien HIV mencakup aspek pemeriksaan, konseling, perawatan, dukungan, dan pengobatan.

Program layanan Ruang Carlo terus berkembang, mendapat apresiasi, bantuan, dan bermitra dengan berbagai individu maupun institusi yang membentuk komunitas Sahabat Carlo. Resonansi karya ini juga diakomodasi dalam jejaring Aliansi Karya Kesehatan Carolus Borromeus di Indonesia.

Tahun 2015, dr. Emon menginisiasi pembuatan webseries YouTube “KISAH CARLO” (www.youtube.com/channel/UCMm8ZvzGv1fA-VLHeJ7ufqg) dengan tujuan untuk dapat membuka kesempatan dan menghadirkan harapan bagi orang yang hidup dengan HIV melalui pengendalian penularan dan pengobatannya.

Saat ini dr. Emon juga menjadi Peneliti Utama Studi PROAKTIVE di layanan Ruang Carlo dalam jejaring penelitian INARESPOND (kerja sama Balitbangkes Kemenkes RI dengan National Institute of Health US) untuk periode tahun 2018-2023.

(Sumber: rscarolus.or.id)

Bermitra dengan Yayasan Kasih Suwitno

Saat didirikan Ruang Carlo, klinik ini diharapkan menjadi tempat dimana siapa saja bisa diterima dan didengarkan serta tidak dihakimi, hingga tak lagi merasa sendirian. Mereka tidak perlu khawatir untuk datang, tidak perlu takut ikut tes, dan tidak perlu merasa kehilangan harapan atau sendirian ketika hasil tes HIV positif. Seiring waktu, Ruang Carlo sekaligus menjadi bukti peningkatan pemahaman serta perubahan sikap pelayanan kesehatan terhadap pasien HIV dan AIDS.

Yayasan Kasih Suwitno (YKS) telah bermitra cukup lama yaitu sejak tahun 2009 dengan Ruang Carlo yang memberikan layanan dukungan kepada ODHIV. Sejak tahun 2011 secara resmi YKS mulai memberikan bantuan teknis dalam penciptaan layanan tes dan pengobatan HIV dan IMS yang komprehensif dan bersahabat khususnya bagi populasi kunci dan masyarakat umum yang beresiko terinfeksi HIV dan IMS. Hingga saat ini telah lebih dari 5.000 orang teridentifikasi positif HIV dimana lebih dari 3.300 orang diantaranya mengakses pengobatan ARV di Ruang Carlo.

Ruang Carlo saat ini melayani pasien setiap hari Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 pagi hingga 08.00 malam hari. Pada hari Sabtu, jam pelayanan adalah mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 12.00 siang. Saat ini pelayanan Ruang Carlo tidak lagi gratis namun klien akan dibebankan biaya pandaftaran apabila pasien akan melakukan tes HIV dan IMS serta klien yang akan mengambil obat ARV. Untuk layanan tes dan pengobatan HIV dan Sipilis masih gratis namun layanan tes dan pengobatan IMS lainnya berbayar. Obat ARV diberikan secara gratis karena disediakan oleh pemerintah.